Tampilkan postingan dengan label mikir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mikir. Tampilkan semua postingan
2

trust

Posted by laras dini on 08.39 in , , ,
TRUST = kepercayaan.

satu kata yang mahal, menurutku (bukan karena itu nama majalah juga ya, huhuhu). People always tell that trust is so so so expensive, priceless, and what so ever its other names..

mungkin mudah diucapkan. "ya, aku percaya..."
tapi pernahkah kita mengucapkan itu, padahal kita sendiri ragu. bener ngga ya? iya ngga ya? serius ngga ya?

buat yang seakan meminta kepercayaan itu pun, kadang sering menganggap enteng..
"percaya deh...", but later, apa? kepercayaan itu cuma jadi pajangan aja, hiasan pada kata yang udah terlanjur dimuntahkan oleh lisan kita yang emang lebih sering ngga terjaganya daripada terjaga. apa itu ya maksudnya lidah tidak bertulang? (hohoho...)

trust. dibutuhkan dimanapun. dari lingkup paling kecil, keluarga, pertemanan, organisasi, pekerjaan, hingga ke konteks luas, bermasyarakat. pemimpin ke yang dipimpin dan sebaliknya, dua orang atau lebih yang terlibat perjanjian atau kesepakatan bersama, satu tim yang sedang bekerjasama. semua butuh trust.

tapi lagi-lagi, kita-manusia, emang greedy. ngga pernah sadar pentingnya sesuatu sampai kita kehilangan itu.

aku, ngga pernah tahu bahwa butuh hitungan menit untuk bikin seseorang ngga percaya lagi sama aku. cukup dengan berkata bohong, ingkar janji, atau berkhianat ke dia. tapi, butuh ribuan menit, bahkan lebih dari itu, untuk buat dia percaya kembali padaku.

demikian pula sebaliknya, saat percayaku diusik. awalnya biasa saja, aku pikir itu akan berlalu. namun saat itu bertumpuk dan terakumulasi, yang ada sumpek sendiri. bete. kesel. marah. bosan. kecewa. malas. apalagi? mention them.. huks!

dan saat aku sadar, semua sudah terlambat. yap, terlambat. trust sudah digerogoti virus-virus yang membuat dia terkapar dan koma. kolaps!

pelajaran berharga untukku, jangan pernah bikin trust sakit lagi, jangan bikin dia kena virus lagi. karena sekali kena, susaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah sembuhnya... baik itu milikku, ataupun oranglain.

ya ya ya, trust, cepat sembuh ya! :D

|
0

can life question you ?

Posted by laras dini on 19.32 in , ,
hidup... selalu penuh kejutan, misteri keajaiban, hal-hal yang tak terduga lah.
kadang naik, kadang turun.. kadang senang, kadang sedih.. kadang mudah, kadang sulit..

lalu pernahkah kita bertanya?

(kenapa) ini harus terjadi?
(bagaimana) melewati hal ini?
(apa) yang sebaiknya aku lakukan?
(kapan) ini akan berakhir?

mengapa kita selalu bertanya, dan menggugat ke(hidup)an?
instead of living it, we'd usually wondering..

lalu, bisakah jika kemudian ke(hidup)an yang bertanya pada kita,
apa yang sudah kamu lakukan untuk menghidupiku
membuat aku menjadi menarik dan berarti untukmu
sudah kau gunakan untuk apa sajakah aku yang kuserahkan kepadamu

untuk diri sendiri kah?
untuk hal-hal yang baik kah?

atau kamu hanya mengupayakan kenyamanan dirimu (sendiri)?


Bagaimana jika Sang Pemilik Kehidupan yang akan bertanya pada kita nantinya?
Mampukah kita menjawab?

Seperti sebuah quote menarik dari Traveler's tale : Belok Kanan Barcelona,

" Can life question you... "

Jika itu terjadi, apa jawabanmu?

Dan aku belum punya keberanian untuk menjawabnya hingga kini...



|
0

INKONSISTENSI

Posted by laras dini on 04.32 in , ,
Posting saya kali ini, lagi-lagi terinspirasi dari posting seorang teman sebelumnya. Mungkin, posisi kami sama. Sama-sama sebagai orang yang mempertanyakan satu hal : Kenapa, untuk menjadi baik itu kita sering kali mencong sana sini.

Pernahkan teman-teman merasakannnya... Saat punya niat melakukan suatu kebaikan, sudah punya arahan jalan kemana, namun saat pelaksanaannya, ternyata sama atau bahkan lebih sulit dari berjalan dengan mata tertutup. Nabrak-nabrak.

Sakit. Jatuh. Berbuat bodoh. Nyebur selokan atau terperosok ke lubang.

Huff.

Lalu kenapa ya, kita seringkali bertindak berbeda, jauh berbeda dari yang kita rencanakan awalnya. Bahasa teman saya : INKONSISTEN.

Contoh kecil : Di akhir semester, saya selalu punya target untuk lebih rajin dan fokus pada studi. Tapi di akhir semester, saya selalu menyesali, kenapa tergoda ini itu.

Huh. Manusia...
Kenapa sangat suka bersahabat dengan penyakit inkonsisten ini?

Kenapa ya?

|
2

cumi ( lucu tapi miris )

Posted by laras dini on 22.16 in , , , , ,

lagi oprak-oprak dirumah, sok2an mau beberes, sekalian nyari bahan-bahan buat paper-paper yang menggila... then i found a magz, judulnya " info pendidikan ". Yah, udah bisa ditebak nih majalah punyanya siapa ( ya klo ngga nyokap ya bokap, masa' adek gw baca2 beginian )

terus, gw buka-buka lah, namanya juga ISENG. Kali aja nemu artikel bagus. Gw baca satu halaman demi satu halaman, dan... WOOOH! Gw nemuin satu judul artikel yang bikin gw syok *yeah, ga segitunya sih, drama queen abis*

" Anggaran konsumsi rumah tangga miskin untuk rokok dan SMS lebih besar dibandingkan anggaran pendidikan "

Hmm, then it made me think... " really? "

terus, gw mulai nginget2...

oya, gw pernah denger cerita temennya sodara gw itu ada yang ngga nerusin kuliahnya, a.k.a drop out, alesannya karena udah ga ada biaya. Well, sedih n prihatin, tapi pas dipikir-pikir lagi...

1. iya sih, dy ngerokok. Kuat lagi (ngerokoknya). Katanya sih bisa sampe berbungkus2 sehari (well, itu dibagi-bagiin ke tetangga apa ya jd cepet abis.. hehe. ngarang!). Jadi ya, sepuluh ribuan lebih pasti keluar lah ya tiap harinya.

2. dy punya handphone (kalo dipikir2, hari gini, handphone udah kaya bukan kebutuhan tersier lagi, bahkan ada yang bilang masuk kebutuhan primer, kalo ngga ada hp ngga bisa hidup *lebai abis* . Iya, manusia emang makhluk sosial. Bener, manusia emang selalu butuh berinteraksi. Tapi... apa itu cukup dijadikan pembenaran? Pembenaran buat pulsa yang selalu masuk daftar prioritas anggaran belanja. Well well, ini efek buruk dari kemajuan teknologi kali ya (selain ada lagi tuh efek2 buruk dari teknologi namanya hp ini. hehehe... at least, yg gw liat gitu ya). Hmm, kalo diitung-itung, boros juga ya itu, belanja buat ngidupin hp sm rokok. Kalo dipake buat sekolah, bisa kali ya itu?

Hoho, gw emang ngga punya perhitungan detilnya, jadi ya ngira-ngira aja. Suka sedih, kalo buat beli buku, alesannya pasti ga ada uang, tp kalo buat beli pulsa yang dipake buat smsan ga penting (kadang2... ini jg orangnya yg ngaku kok =p), buat beli rokok ada, bensin buat naek motor sm temen2nya ada... hmm...

lucunya lagi (atau mirisnya), yg kaya gini tuh kejadian di rumah tangga yang tergolong menengah ke bawah (bahasa lainnya : miskin). Nah, aneh kan? Kalau yang menengah atau menengah ke atas, proporsinya malah mulai seimbang, atau bahkan berkebalikan. Hmm, pengaruh karna udah tau pentingnya pendidikan kali ya? Eh, iya ga sih? hohoho...

yaah... jadi inget omongannya temenku dulu, dy bilang... " kadang aku suka malu jadi orang Indonesia, dari kita banyak yang 'ngga sadar diri'... bla bla bla "

Oh well, sarkas... tapi yaah, saat ini, aku ngga bisa mengelak banyak. Fakta membuktikan...




tapi semoga akan cepat berubah!
berubah, well... kata yang indah (jika maksudnya pada kebaikan tentu)

hehe..

entah ah, pusiiiiinngggg saiaaa. Huks!


semoga semuanya akan menjadi lebih baik nantinya


|
0

ternyata moral aja ngga cukup

Posted by laras dini on 12.19 in , ,
hey friends...

yaa... ini nih yang lagi tuing tuing di otak gw sekarang...

hmm... tadi kuliah akpem (akuntansi pemerintahan), bersama pak sony (revrisond baswir). dari awal, gw udah tau, ni bapak 'berbeda'. ikut kelasnya jadi tantangan sendiri, apalagi buat gw yang pemalas. malas baca koran, malas nonton berita, malas update informasi. malas banyak hal deh.

akhirnya kalo ikut kelasnya, sering jadi reminder, bahwa gw(dan teman-teman lainnya) punya tanggungjawab untuk melakukan perubahan, naaah... gimana mau ngerubah yang besar-besar kalo ngubah diri sendiri aja ngga bener? iya kan?

dan tadi, lagi-lagi... gw ngerasa digampar... sama omongan bapaknya. hmm, ngga kok... bapaknya ngga marah, ngga nyindir... ngomongnya baik-baik. tapi tetep aja, DALEM! *iklan mode : on*

yaa.. jadi kita tuh lagi ngebahas paper akhir, disuruh bikin makalah dengan tema korupsi. lalu, pak sony berpesan, " saya sangat mengharapkan bahwa di bagian rekomendasi yang kalian buat nanti, ngga lagi berbau 'peningkatan moral' dan yang sejenisnya lah. percuma kalian analisis masalah, ambil teori ini itu, kalo solusinya cuma balik lagi ke moral. sama aja... "

UHUK!

bapaknya juga bilang, " solusi seperti itu, adalah wujud dari kedangkalan wawasan. udah analisis panjang lebar, ngutip sana sini, ambil teori X Y Z biar keliatan keren, pas diminta ngasih langkah nyata berbentuk solusi, yang dikasih malah langkah abstrak. kemana dong ilmu-ilmunya kalo semua masalah dibalikkin lagi solusinya ke pribadi masing-masing... "

" emang orang sakit disuruh perbaikin moral bisa sembuh? "
" kalo masalahnya bukan lagi individu, tapi sistem, apa bisa individu itu ngubah? mau sesholeh apapun, keluar dari pesantren, gereja, atau vihara manapun, kalo sistemnya bobrok, ya susah juga.. "

dan well, friends... it made me think.
yep, think (tumben nih, gw bisa mikir beneran dikit)
dan alhasil, gw kena insomnia tambah akut...

huff...

well, ini yang bikin pahit. gw harus menerima kalo...
yes! i dont know much!
gw belom tau apa-apa


beuuh... di umur segini, gw blom bisa ngasih apa-apa
wacana gw baru sebatas wacana
ilmu gw masih cetek abis!

dan sekarang, gw terserang rasa malu... dahsyat!
huks...

ngga muluk-muluk deh... rencana gw sekarang :
NGERJAIN PAPER ITU SENIAT MUNGKIN SUPAYA NGGA SAMPE ADA REKOMENDASI MORAL!!

hemm, bismillah deehh... SEMANGAT!!!!!!!!!!! :):)


p.s : kata-katanya ngga persis gitu yaa, tapi intinya ya gitu =D

|

the fellas...

Copyright © 2009 me talk! All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.