0

pesan untuk calon pekerja di dunia iklan

Posted by laras dini on 09.09
Merefer ke situs ini http://www.kidia.org/news/tahun/2009/bulan/05/tanggal/29/id/100/

Hmm, kita semua tahu, sekarang iklan itu udah menjamur seperti di musim hujan. Setel tv satu jam aja, udah berapa iklan yang masuk ke rekaman memori kita. Dan gaya iklannya pun macem-macem. Dari yang nyambung sama produknya, sampe yang mesti mikir lebih dari dua kali buat paham arti iklannya. Sayangnya, satu kualitas yang susah dicari dari iklan-iklan sekarang, yaitu kejujuran

sebagai contoh, iklan sebuah produk mie instan, yang dibintangi seorang artis multitalenta (?) dan seorang anak. Di iklan itu, produk mie instan dimetaforakan berlebihan, mengandung nutrisi tinggi setara dengan gabungan telur, susu, dan sayuran. Padahal, komposisinya tidak seWAH yang digambarkan. Oke, mungkin ada anggapan "salah sendiri siapa suruh ngebayanginnya ketinggian", tapi... tidakkah itu dilakukan dengan sengaja? Tindakan untuk membiaskan bayangan mengenai komposisi nutrisi di dalam produk, menggunakan trik psikologis untuk mempengaruhi konsumen.

Jika calon konsumennya itu usia dewasa (yaa, katakanlah 19 taun keatas, biar saya termasuk. hehehe), mungkin tidak terlalu jadi masalah, karena kita udah bisa mikir (semoga) apakah yang diiklankan itu benar. Tapi bagaimana kalau targetnya anak-anak? Mereka yang akan cenderung lebih mudah mengIYAkan dan mematuhi yang di iklan. Dan parahnya lagi, ini kadang-kadang sengaja dimanfaatkan oleh produsen iklan. Hehe, di kampus saya, di salah satu mata kuliah sempat diajarkan juga trik-trik marketing dan iklan seperti ini (hayo ngaku, iya kan? =p)

coba simak penuturan anak kecil ini, "Bunda!," katanya dengan heboh, "Sekarang sudah ada mie instan yang bergizi! Ada kandungan telur, susu, dan sayur". Wah, saya kalo jadi ibunya udah cengir-cengir speechless. Hehehe..

Intinya teman-temanku, saya yakin, kita semua orang-orang pintar yang bisa membuat iklan yang hebat-hebat. Tapi, tolonglah.. jangan lupakan satu hal, buatlah iklan yang mencerdaskan juga. Oke? ;)
pesan sponsor : ayo dukung penggunaan media secara sehat!! hehe

Link ke posting ini |
2

preventif versus antisipatif

Posted by laras dini on 05.25 in
Kenapa ya?

Kita ini cenderung bersifat antisipatif, dan belum preventif. Contoh : dulu, di bem fakultas tempat saya bernaung (halaaaaah), itu bebas dan terbuka banget. Siapa aja boleh masuk dan keluar, sejauh ga nodong senjata tajam dan ga bawa minum-minuman keras. Hehehe.

Kemudian, sering ada kejadian aneh-aneh disana. Maksudnya, kejadian HP ilang, charger laptop ilang, sampe uang anak-anak yang disimpen yang ilang. Baru deh, sejak saat itu, semua jadi waspada. Ga lagi berani naro barang-barang sembarangan, mulai berhati-hati sama orang ga dikenal yang bisa masuk ruangan, dan lain-lain.

Contoh lain? Hmm.. banyak. Coba perhatikan, dari yang paling kecil dulu deh, dari diri sendiri dulu, sepertinya kita memang terbiasa dengan sistem yang bersifat mengobati, bukan mencegah sakit/kejadian ga enak.

Kenapa?
Tanya kenapa?

Isn't it too late, sometimes?
Coz i think so...

Link ke posting ini |

inspirasi dari (penjual) kacang rebus

Posted by laras dini on 09.41 in , , , ,
Hmm.. saya menulis ini karena terinspirasi blog seseorang, yang bercerita tentang kacang rebus.. Tadinya udah sempet posting, tapi tiba-tiba koneksi melemah, lupa disave, ilanglah semua *yang kemudian diingatkan sama temen saya, "kenapa ga tulis draft di notepad dulu ras?" (oh iya ya, yeaa.. dudulnya)

Jadi, ini tentang sebuah kejadian seminggu belakangan ini.. Waktu itu, habis kuliah SPM kalo ngga salah, trus saya merasa lapar.. *pastinyaaa. hee..* Akhirnya saya memutuskan untuk pulang dan beli makan deket kost. Sambil di motor, saya mikir-mikir, "mau beli makan apa yaa?".. dan pilihan pun jatuh pada capcay rebus! (ga tahu kenapa, saya suka sekali capcay rebus!)

Terus, sambil nunggu pesanan dibuat, seperti biasa, mata saya berkeliling... Dari ngeliatin menu, koran yang ada di pojokkan, motor yang lalu lalang, dan... seorang penjual kacang dan jagung rebus keliling. Gerobaknya warna biru, ada stiker-stikernya, dikayuh pake sepeda, bapaknya belum terlalu tua, pake kaos biru yang matching sama gerobaknya, pake topi putih, dan BAPAKNYA TERSENYUM.

Oke, emang ga ada yang aneh dari seorang penjual yang tersenyum.. kalo dia lagi di depan pelanggan, tapi ini.. ga ada siapa-siapa, lagi capek dan berkeringat pula ngayuh sepedanya. Uniknya, bapaknya (selanjutnya kita sebut dengan BBB-bapak berbaju biru-biar singkat) itu tambah lebar senyumnya setiap melirik ke satu sudut di gerobak. Pikiran aneh saya bekerja cepat :

1. Ada uang seratus ribuan, or lima puluh ribuan, or.. ya, intinya uang deh. Tapi langsung saya ralat, soalnya masak iya sematre itu? hiks.. BBB, maafkan saya yang sudah sempat suudzon meski tiga detik doang. :(
2. Ada cermin po disitu? (ini juga ngaco deh kyknya)
3. Ada apa yaaaa? (udah ga punya ide lagi, dan takut tambah ngaco nebak-nebak)

Penasaran, dan ga bisa nebak-nebak lagi.. saya hampiri aja tuh BBB yang kebetulan berhenti di rumah dekat warung tempat saya beli makan. Pas banget kan? Ada mas-mas yang nyetop n mesen jagung gitu..

Nah, pas BBB nyiapin pesanan mas-masnya.. saya nyamperin gerobaknya. Karena ngga enak hati, ikut juga deh mesen kacang rebus sebungkus. Terus sambil nunggu saya dengerin BBB ngobrol sama mas-masnya. Dengerin loh, bukan nguping, soalnya BBB juga ajak obrol saya tapi saya cuma cengar-cengir. Masih asik mengamati gerobak, apa yang aneh...

THEN I GOT IT!

terus syok..
lutut saya lemes..
hampir pingsan
(oke, saya akui yang ini berlebihan)

taukah kalian apa yang saya lihat?
hehehe..
FOTO KELUARGA..
BBB, seseorang yang saya duga istrinya, lagi menggendong seorang bayi perempuan yang saya duga anak mereka, dan dua anak kecil, laki-laki dan perempuan, yang saya jadikan tersangka anak mereka juga.

HWAAAAAAAAAA..
Saya langsung deg-degan. Ga tau kenapa. Tapi deg-degan. Terus saya tanya BBB : "Hmm.. keluarganya ya pak?" (Iya tau, pertanyaan bodoh. Tapi, habis saya mau tanya apalagi??)

BBB : "iya Mba.." (tersipu)
Saya : "anak-anaknya lucu2 pak"
BBB : "makasih mba. moga gedenya jadi anak soleh/solehah"
Saya : "amiin.. iya Pak, smangat ya pak kerjanya buat keluarga" (ini lagi, statement bodoh ala Laras
kalo lagi speechless)
BBB : "iya mba, makasih.." (dalam hati mikir kali ya, ni anak keracunan apa tadi pagi pas sarapan)
Saya : "huaa.. saya jadi kangen rumah" (lah, kok malah curhat??? Ras... Ras... Wake up!!)
BBB : "wah.. mbanya rantau ya.. Kuliah? Semangat juga deh Mba.. moga jadi orang bermanfaat"
Saya : "iya pak. amiin. makasih ya pak doanya"

Oke, intinya percakapan itu kok malah saya jadi kayak curhat colongan sama BBB. Hmm, tapi lumayan terinspirasi lah hari itu. Betapa KELUARGA ITU PENTING BANGET. BANGET! Bisa jadi inspirasi, jadi semangat, dan jadi sesuatu yang bisa menggariskan senyum. KANGEN RUMAHHHHHH.. isinya, i mean.
Hee..

Terimakasih BBB, tenang, nama anda saya rahasiakan..^^

huaaaaaaah..
terharuu *ketularan Inna...*

"harta yang paling berharga adalah keluarga, puisi yang paling bermakna adalah keluarga, mutiara tiada tara adalah.. keluarga" (lupa lirik persisnya, theme song keluarga cemara. ada yang tahu? hehehe)

ciao!

|

the fellas...

Copyright © 2009 me talk! All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.